Puasa Rajab Dimulai, Ini Niat dan Keutamaannya!
MilenialNews.id – Umat muslim kini sedang menyambut bulan Rajab 2023. Bulan Rajab ini memiliki sejumlah keutamaan yang luar biasa.
Sesuai dengan kalender Hijriyah, bulan Rajab merupakan bulan ke tujuh dari total 12 bulan yang ada.
Lalu, kapan waktu untuk mengamalkan ibadah Puasa Rajab?
Adapun puasa Rajab sebenarnya bisa dilakukan kapan saja asalkan masih dalam bulan tersebut. Namun, puasa rajab tidak dianjurkan untuk dilakukan selama satu bulan penuh. Hal itu karena puasa yang tadinya berhukum sunnah akan menjadi makruh.
Baca juga: Ramalan Zodiak Minggu Ini, Karier, Keuangan, hingga Jodoh di 16 – 22 Januari 2023
Berdasarkan penanggalan Hijriyah, awal bulan Rajab 1444 H jatuh pada tanggal 23 Januari 2023. Maka, puasa Rajab 2023 sudah bisa dilaksanakan mulai tanggal tersebut.
Bagi muslim, waktu yang diutamakan untuk mengamalkan Puasa Rajab adalah pada ayyamul bidh atau pertengahan bulan.
Bisa juga dilakukan setiap hari Senin, Kamis, dan Jumat, ataupun secara selang seling, satu hari berpuasa, dan satu hari tidak, sepanjang bulan Rajab.
Adapun, bagi umat muslim yang memiliki utang puasa di bulan Ramadan dan hendak menggantinya, maka diperbolehkan untuk meng-qadha-nya bersamaan puasa sunah Rajab.
Baca juga: Lima Shio Ini akan Dapat Rezeki di Tahun Baru Imlek 2023
Selain itu, dalam mengamalkan sebuah ibadah, umat muslim dianjurkan untuk berniat terlebih dahulu. Untuk Puasa Rajab, niat bisa dilafalkan secara lisan maupun diucapkan dalam hati pada malam hari hingga sebelum masuk waktu imsak.
Berikut niat puasa Rajab yang dibaca pada malam hari seperti dilansir dari CNBC, Selasa, 24 Januari 2023, yaitu:
نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ رَجَبَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma Rajaba sunnatan lillâhi ta’âlâ.
Artinya:
“Aku berniat puasa Rajab, sunnah karena Allah ta’âlâ.”
Selain niat pada malam hari, niat puasa Rajab ini juga bisa dibaca pada saat siang harinya jika orang lupa niat pada malam hari. Niat ini bisa dibaca dari pagi hari sampai sebelum tergelincirnya matahari selagi seseorang belum melakukan hal-hal yang dapat membatalkan puasa.
Lihat juga: BUMN Buka Program Magang Magenta untuk Mahasiswa dan Fresh Graduates
Adapun niat puasa Rajab yang dibaca pada siang hari, yaitu:
نَوَيْتُ صَوْمَ هٰذَا الْيَوْمِ عَنْ أَدَاءِ شَهْرِ رَجَبَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘an adâ’i syahri rajaba lillâhi ta’âlâ.
Artinya:
“Saya niat puasa sunnah bulan Rajab hari ini, sunnah karena Allah ta’âlâ.”
Adapun keutamaan dalam melaksanakan Puasa Rajab seperti yang diungkapkan Imam al-Ghazali dalam Ihyâ ‘Ulumiddîn (juz 3, hal. 431) mengutip dua hadits yang menjelaskan keutamaan puasa Rajab yaitu:
Lihat juga: Panduan dan Tips Memilih Asuransi untuk Generasi Milenial
1. Puasa pada bulan Rajab lebih utama dibanding berpuasa 30 hari pada bulan selainnya.
صوم يوم من شهر حرام أفضل من ثلاثين من غيره وصوم يوم من رمضان أفضل من ثلاثين من شهر حرام
Artinya:
“Satu hari berpuasa pada bulan haram (Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab), lebih utama dibanding berpuasa 30 hari pada bulan selainnya. Satu hari berpuasa pada bulan Ramadhan, lebih utama dibanding 30 hari berpuasa pada bulan haram.”
2. Setiap satu hari pelaksanaan puasa pada bulan Rajab, maka akan mendapat ganjaran pahala sebesar ibadah 900 tahun.
من صام ثلاثة أيام من شهر حرام الخميس والجمعة والسبت كتب الله له بكل يوم عبادة تسعمائة عام
Artinya:
“Barang siapa berpuasa selama tiga hari dalam bulan haram, hari Jumat, dan Sabtu, maka Allah balas setiap satu harinya dengan pahala sebesar ibadah 900 tahun.”
Follow Berita MilenialNews.id di Google News